Jumat, 27 Maret 2015

Kepadamu kelak yang akan menjadi AYAH dari anak-anakku.



Surat pendek ini untukmu , bacalah .
Apa kamu ingat saat kamu menanyakan
padaku apakah aku bersedia menjadi ibu dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata,
kamu menginginkan anak-anakmu dididik oleh seorang perempuan sepertiku.


"Karena kamu sudah menjadikanku
seorang pria yang lebih baik, yang akhirnya bisa berpijak di atas bumi ini di
atas empat kaki, kakimu dan kakiku. Aku berharap anak-anakku kelak bisa lebih
hebat dari ayahnya dan aku yakin, cuma kamu satu-satunya perempuan yang bisa
menunaikan tugas tersebut", katamu.


Hari itu, satu kali lagi kamu
membuatku merasa kelahiranku sebagai perempuan bukanlah sebuah kecelakaan, atau
sebuah kebetulan alam semesta serta isengnya Sang Pencipta.


"Permintaanmu disampaikan
dengan sangat manis, perempuan mana yang bisa menolak?" tanyaku balik
kepadamu.


Sebenarnya, tidak demikian.Ada
hal-hal yang membuatku mantap memilih kamu sebagai ayah dari anak-anakku. Meski
mungkin anak kita kelak bukan anak yang paling pintar di kelasnya, bukan anak
yang paling kuat di kelasnya dan jelas, bukan anak yang paling kaya raya
sedunia.Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita belajar darimu tentang
ketulusan menyikapi segala sesuatu.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita belajar darimu tentang mencintai
manusia dengan rasa hormat.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita belajar memahami dunia karena
kamu bisa menuntunnya menjelajahi alam.


Dengan kamu di sisiku, aku berharap
anak kita belajar tentang integritas, fondasi utama seorang manusia.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita tidak menjadi seorang anak yang
dewasa, tetapi juga menjadi seorang anak yang menikmati masa kanak-kanak
sepantasnya.





Dengan kamu di sisiku, aku berharap
anak kita belajar menjadi seorang yang bertanggung jawab, disiplin dan sosok
yang pantang menyerah.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita tumbuh dengan hati yang lembut
terhadap sesamanya





Dengan kamu di sisiku, aku berharap
anak kita bisa bersikap adil dan tegas pada waktu yang benar.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita menjadi anak yang taat dalam
ibadah, bukan karena ia dipaksa namun karena ia mengasihi Penciptanya.





Dengan kamu di sisiku, aku berharap
anak kita menjadi seseorang yang haus ilmu pengetahuan dan selalu ingin belajar
seumur hidupnya


Dengan kamu di sisiku, aku berharap
anak kita menjadi anak yang tegar.

Dengan kamu di sisiku, aku berharap anak kita bisa menjadi manusia, seutuhnya.

Dengan kamu di sisiku, aku yakin, anak kita kelak menjadi seorang orang yang
berguna bagi sesamanya.


Apa
tuntutanku terlalu banyak? Untuk hal-hal ini, aku membutuhkan dukungan darimu
karena aku khawatir tidak akan bisa mengajarkan seribu macam pelajaran itu
sendirian. Kita juga tidak bisa menyerahkan segala-galanya kepada gurunya di
sekolah, bukan? Karena anak kita terlalu berharga untuk tidak kita didik bersama,
karena anak kita adalah buah cinta kita berdua. 


Aku hanya meminta dua janji darimu.
Pertama, jangan menjadi sosok yang ditakuti olehnya, tapi jadilah seorang teman
yang bisa ia teladani. Sesibuk apapun kamu, setiap hari sempatkanlah
mendampinginya dan mendengarkan ceritanya. Di akhir pekan, luangkanlah waktumu
bersama kami. Dan bila aku mengatakan padamu bahwa di waktu tertentu, kamu
harus ada di sisinya, percayalah padaku dan sempatkanlah waktumu. Kedua, bila
kau marah padaku suatu saat nanti atau aku marah padamu, jangan pernah
menunjukkan emosi kita di depannya. Seperti yang pernah aku dan kamu lewati di
masa kecil kita, bukankah hal itu menyedihkan? Aku berharap, kita tidak akan
mengulang hal yang kita tahu salah kepada buah hati kita.





Di sisimu, aku akan mendukung
sepenuh yang aku bisa. Sampai tanpa kita sadari, rambut kita akna memutih dan
wajah kita akan penuh keriput. Genggamlah tanganku, dan aku akan menggenggam
tanganmu lebih erat. Bersama-sama, akan kita ajarkan pada anak kita bahwa
keberadaannya di dunia ini bukanlah tanpa tujuan dan kasih sayang sejati bukan
sekadar dongeng belaka.


Peluk erat,

Calon Ibu anak-anakmu.
Apa
kamu ingat saat kamu menanyakan padaku apakah aku bersedia menjadi ibu
dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata, kamu menginginkan anak-anakmu
dididik oleh seorang perempuan sepertiku. - See more at:
http://www.idntimes.com/relationship/family/447/Kepadamu-yang-Kelak-Akan-Menjadi-Ayah-dari-Anak-Anakku#sthash.8fMTjSCB.dpuf
Apa
kamu ingat saat kamu menanyakan padaku apakah aku bersedia menjadi ibu
dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata, kamu menginginkan anak-anakmu
dididik oleh seorang perempuan sepertiku. - See more at:
http://www.idntimes.com/relationship/family/447/Kepadamu-yang-Kelak-Akan-Menjadi-Ayah-dari-Anak-Anakku#sthash.8fMTjSCB.dpuf
Apa
kamu ingat saat kamu menanyakan padaku apakah aku bersedia menjadi ibu
dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata, kamu menginginkan anak-anakmu
dididik oleh seorang perempuan sepertiku. - See more at:
http://www.idntimes.com/relationship/family/447/Kepadamu-yang-Kelak-Akan-Menjadi-Ayah-dari-Anak-Anakku#sthash.8fMTjSCB.dpuf
Apa
kamu ingat saat kamu menanyakan padaku apakah aku bersedia menjadi ibu
dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata, kamu menginginkan anak-anakmu
dididik oleh seorang perempuan sepertiku. - See more at:
http://www.idntimes.com/relationship/family/447/Kepadamu-yang-Kelak-Akan-Menjadi-Ayah-dari-Anak-Anakku#sthash.8fMTjSCB.dpuf
Apa
kamu ingat saat kamu menanyakan padaku apakah aku bersedia menjadi ibu
dari anak-anakmu? Saat itu kamu berkata, kamu menginginkan anak-anakmu
dididik oleh seorang perempuan sepertiku. - See more at:
http://www.idntimes.com/relationship/family/447/Kepadamu-yang-Kelak-Akan-Menjadi-Ayah-dari-Anak-Anakku#sthash.8fMTjSCB.dpuf

Minggu, 22 Maret 2015

KENAPA HARUS DATANG JIKA KAU AKAN PERGI

awal nya saat engkau datang mengantar laporan itu ke ruangan ku

aku tak menyangka kita saling curhat pribadi masing-masing.

aku
senang begitu juga kau . dari raut wajahmu aku melihatnya . kita saling
tukaran pin BBM . kita pun memulai chat dari bbm setiap hari dan tak
pernah lupa mengasih kabar sesibuk apapun . kau selalu menelpon di saat
malam hari . kau tau aku begitu senang dengan semua ini sampai aku lupa .
ini hanya sementara atau selamanya ?

tiba suatu hari teman mu
mengatakan bahwa engkau telah tunangan . dan aku pun mulai
bertanya-tanya benarkah semua ini ? apakah ini hanya buat aku cemburu ?
lewat chat d bbm aku pun bertanya kepadamu . apakah benar engkau telah
TUNANGAN ? tapi apa jawaban mu sungguh membuat aku tenang dan tak pernah
terfikir oleh ku kau adalah seorang PEMBOHONG ! engkau menjawab bahwa
engkau tak punya tunngan . lega rasanya mendengar jawaban itu . tapi apa
setelah kepercayaan yg kutanam apa yg ku dapat . pada malam itu tepat
nya malam minggu engkau mengantarku kerumah . seperti biasa aku pun
menanyakan apakah engkau telah sampai di rumah juga ?

tapi apa ? betapa terkejut ny aku ?

sedih ! kesal ! kecewa! iyaaa aku merasakan nya !

ternyata
yg membalas chat bbm ku adalah TUNANGAN MU ! sejenak aku berfikir ?
bohongkah semua ini ? ataukah hanya permainanmu saja ? sampai pada
akhirnya engkau pun memberanikan diri untuk ngobrol padaku memski hanya
lewat chat BBM . kau minta maaf atas segala perbuatanmu dan kebohongan
mu . kau tau itu semua sudah tak penting bagi ku ! kau tau hati ini
sudah terlalu sakit dan kecewa untuk itu semua !

setelah kepercayaan yg kutanam tapi apa yg kau beri KEBOHONGAN yang kau perbuat tak dapat ku maafkan !

aku
pernah mempunyai mimpi untuk hidup berdua dengan mu . tapi apa kau
hancurkan semua mimpi yg pernah ku buat . lalu kenapa pada malam itu
engkau mengatakan mencintaiku , menyanyangiku , dan tak akan pernah
membuat aku kecewa . kenapa ?

engkau sama seperti lelaki yg telah membuat ku kecewa . aku salah telah memberimu kepercayaan itu .

sekarang
engkau boleh pergi tanpa meminta maaf dan memirkin perasaan ku . sudah
cukup aku yg menahan semua ini . kau lihat betapa sombongnya wanita
pilihanmu . tanpa dia mengetahui perlakuan mu di belakang nya !


PERGI SAJA KAU DENGAN SEGALA APA YG KAU PERBUAT , DENGAN SEMUA JANJI YG TAK AKAN MUNGKIN ENGKAU TEPATI LAGI .

BAHAGIAKAN LAH PEREMPUAN PILIHANMU MU .

Jumat, 20 Maret 2015

KENAPA HARUS DATANG JIKA KAU INGIN PERGI

awal nya saat engkau datang mengantar laporan itu ke ruangan ku
aku tak menyangka kita saling curhat pribadi masing-masing.
aku senang begitu juga kau . dari raut wajahmu aku melihatnya . kita saling tukaran pin BBM . kita pun memulai chat dari bbm setiap hari dan tak pernah lupa mengasih kabar sesibuk apapun . kau selalu menelpon di saat malam hari . kau tau aku begitu senang dengan semua ini sampai aku lupa . ini hanya sementara atau selamanya ?
tiba suatu hari teman mu mengatakan bahwa engkau telah tunangan . dan aku pun mulai bertanya-tanya benarkah semua ini ? apakah ini hanya buat aku cemburu ? lewat chat d bbm aku pun bertanya kepadamu . apakah benar engkau telah TUNANGAN ? tapi apa jawaban mu sungguh membuat aku tenang dan tak pernah terfikir oleh ku kau adalah seorang PEMBOHONG ! engkau menjawab bahwa engkau tak punya tunngan . lega rasanya mendengar jawaban itu . tapi apa setelah kepercayaan yg kutanam apa yg ku dapat . pada malam itu tepat nya malam minggu engkau mengantarku kerumah . seperti biasa aku pun menanyakan apakah engkau telah sampai di rumah juga ?
tapi apa ? betapa terkejut ny aku ?
sedih ! kesal ! kecewa! iyaaa aku merasakan nya !
ternyata yg membalas chat bbm ku adalah TUNANGAN MU ! sejenak aku berfikir ? bohongkah semua ini ? ataukah hanya permainanmu saja ? sampai pada akhirnya engkau pun memberanikan diri untuk ngobrol padaku memski hanya lewat chat BBM . kau minta maaf atas segala perbuatanmu dan kebohongan mu . kau tau itu semua sudah tak penting bagi ku ! kau tau hati ini sudah terlalu sakit dan kecewa untuk itu semua !
setelah kepercayaan yg kutanam tapi apa yg kau beri KEBOHONGAN yang kau perbuat tak dapat ku maafkan !
aku pernah mempunyai mimpi untuk hidup berdua dengan mu . tapi apa kau hancurkan semua mimpi yg pernah ku buat . lalu kenapa pada malam itu engkau mengatakan mencintaiku , menyanyangiku , dan tak akan pernah membuat aku kecewa . kenapa ?
engkau sama seperti lelaki yg telah membuat ku kecewa . aku salah telah memberimu kepercayaan itu .
sekarang engkau boleh pergi tanpa meminta maaf dan memirkin perasaan ku . sudah cukup aku yg menahan semua ini . kau lihat betapa sombongnya wanita pilihanmu . tanpa dia mengetahui perlakuan mu di belakang nya !

PERGI SAJA KAU DENGAN SEGALA APA YG KAU PERBUAT , DENGAN SEMUA JANJI YG TAK AKAN MUNGKIN ENGKAU TEPATI LAGI .
BAHAGIAKAN LAH PEREMPUAN PILIHANMU MU .